ternyata suLid

Hmm, ini sudut pandang seorang bodoh di keLas. Tapi jangan salah, yang saia maksud bukan beLajar di perkuLiahan. Jelas aja saia belom bisa bilang sulit, orang dosen masuk juga lom lama. Yang saia maksud di sini adalah belajar dalam masyarakat.

Tadi, saia dapat giliran duduk di “kursi panas”. Apa se kursi panas itu? Itu sebutan untuk kursi” yang diletakkan di depan kelas oleh dosen agama saia, yang ternyata masii keluarga dengan saia ( maaf sempat sebel ya Pak [^^]v ). Kursi itu untuk mahasiswa yang hari itu dengan “beruntung”nya mendapat giliran untuk duduk di kursi itu dan dijadikan bahan pelajaran. Dia harus menjawab pertanyaan, menanggapi pendapat, dll, dst yang berhubungan dengan tugas kemaren juga quiz hari itu (tiap minggu ada quiz tiap agama !). Buat saia, yang notabene jarang ngomong di depan umum secara resmi, ini adalah hal yang menakutkan. Tapi kenapa tadi siang saia malah kebagian duduk di sana, sama 2 orang lain yang melimpahkan semua tugas untuk menjawab pada saia, yang akhirnya saia lakukan semampu saia, dengan bahas yang belepotan pula. Saia takut tau ! Pada disuruh jawab malah bilang, “Kamu aja nis yang jawab.” dengan tampang tak berdosa. Yah, jadilah saia malu” tapi mau juga akhirnya menjawab. Tapi setelah ditilik lagi, ternyata saia gg bodoh” amat. Buktinya dengan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, saia masih bisa menjawab semuanya biar pun mungkin ada yang kurang tepat. Disinilah saia semakin memahami kekurangan saia dalam berkomunikasi secara resmi dalam sebuah forum. Disini pula saia jadi bertanya akan kinerja saia nantinyadalam sebuah kepanitiaan. Bisakah saia ? Biasanya saia hanya menjadi sekretaris. Sebuah pekerjaan yang selama ini saia lakukan hanya mengandalkan kopian” proposal yang sebenarnya tinggal di kopi paste. Sekarang tiba” saia harus menjadi seorang pencari sponsor yanng kerjanya malah “ngomong” dengan si pemilik perusahaan. “Mati aku!”, begitu pikir saia begitu diserahi tanggung jawab ini. Tapi tetap saia terima karena saia gg mau jadi katak dalam tempurung. Saia ingin membuka dunia luar. Pengorbanan yang sudah saia lakukan untuk sampai disini memaksa saia untuk terus maju dan berproses. Belajar membuat apa yang selama ini gg bisa saia lakukan menjadi mungkin. Supaya saia dapat mengalahkan ketakutan saia yang sebenarnya gg penting untuk dipelihara ini. Saia tau banyak yang gg ngeh kenapa saia yang dulu gg suka b’tanggung jawab dalam suatu organisasi malah sekarang mengejar-ngejar pengalaman di bidang ini. Karena banyak yang gg tau juga bahwa saia yang notabene cerewet, bisa ngobrol sama orang yang baru kenal, sebenarnya masih gemetar kalo disuruh bicara di depan umum. Banyak yang gg percaya, tapi inilah kenyataannya. Presentasi di depan teman sendiri saja saia masih canggung, apalagi orang yang gg saia kenal. Bisa jadi apa saia nanti kalo gg bisa ngomong dan mengeluarkan pendapat. Saia ingin jadi seseorang yang lebih dalam suatu hal. Dalam pelajaran saia memahami kekurangan saia. Dalam olahraga saia memahami batas saia. Dan dalam berinteraksi dengan orang lain inilah saia ingin memperbaiki apa yang menjadi nilai minus saia. Untuk menjadi orang hebat bukan hanya pintar, tapi juga harus cerdas. Saia tahu saia gg cerdas, tapi siapa tau saia masih bisa mengasah bakat dan kreativitas dengan mengikuti sesuatu yang bermutu. Harapan saia untuk menjadi seseorang yang lebih itulah yang perlu diketahui oleh dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: