YUKI

Benarlah bahwa pencerahan hidup bisa ditemukan di mana saja. Tinggal bagaimana kita menangkap dan memaknainya. Ini saia buktikan saat bertemu dengan seorang wanita beberapa hari lalu.

Saia dan ibu sedang duduk menunggu makanan yang kami pesan di sebuah pusat perbelanjaan. Saat itu adalah malam minggu. Sudah pasti tempat itu dipenuhi orang. Sudah tak ada tempat duduk yang tersisa. Kami beruntung karena mendapat tempat yang nyaman. Tiba-tiba seorang wanita mendekati kami. Ia meminta ijin untuk duduk bersama kami karena sudah tidak ada tempat lagi yang tersisa. Apalagi dia cuma sendirian. Maka kami pun duduk bersama.

Namanya Yuki. Seorang wanita bertubuh mungil dan bermata indah. Wanita paling ramah yang pernah saia temui. Dan kebetulan dia adalah alumnus komunikasi uns, tempat saia kuliah sekarang. Kesamaan kami yang lain adalah kami sama-sama anak tunggal. Tapi dia langsung bilang, “Tapi saia gag manja loh dek. . .” hahaha😀 Mungkin dia pikir saia manja *dikiit. . .*

Sepanjang sesi makan malam itu, kami bertiga ngobrol banyak hal. Mulai dari ceritanya saat jaman kuliah, pekerjaannya, sampai pacarnya yang orang Turki yang bertemu dengan cara yang sama dengan cara kami bertemu saat itu. Sungguh ajaib. Kami saling bercerita banyak hal. Sudah kaya teman lama saja. Hahaha😀

Mba Yuki itu benar-benar seorang wanita hebat *bukan karena dia pernah menolak tawaran kerja stasiun tv swasta nasional yang saia idamkan*. Yang saia kagumi adalah dedikasinya sebagai seorang anak. Saat bercerita tentang orang tuanya, dia bilang, “Ibu uda nggedhein saia ampe segini besar say. Trus saia mikir, apa yang bisa saia lakuin buat ibu ya? Akhirnya saia kepikiran, oiya, saia mau kasih ibu menantu yang ibu inginkan.” Dia meletakkan restu sang Ibu di atas cintanya sendiri. Dia yang meminta sang Ibu untuk memilih dari sekian calon *yang dia sortir dulu. Hihihi* , mana yang harus dia pilih sebagai suami. Dan pilihan ibunya itulah yang mutlak menjadi pilihannya meski sebenarnya ada seseorang yang lebih ia sayangi.

Meletakkan restu orang tua di atas segalanya tidak selalu dilakukan oleh kita. Bahkan mungkin nyaris tidak pernah. Termasuk saia. Kadang saia masih mengedepankan ego, bahkan sampai sekarang. Kadang orang tua memang salah, tapi yang perlu kita sadari adalah bahwa mereka menginginkan yang terbaik bagi kita. Dari pertemuan singkat saia dengan Mba Yuki, saia sadar akan hal itu. Saia malu pada diri saia yang sering memprioritaskan keinginan saia sendiri. Manusia memang penuh kesalahan, tapi mencoba untuk berubah setidaknya adalah suatu awal. Maka, saia ingin berubah. Maafkan saia Bu. . .

PS : Ingat mereka selalu ya. . .😀

41 Tanggapan to “YUKI”

  1. Hmmm..perlu belajar..
    salam buat tetangga sebelah, di jogja yah…

  2. Benar sekali, masak pelajaran hidup ada di tempat tertentu saja….

  3. belajar mngnai hdup bs dmn aja…
    Hehe..

  4. nurrahman18 Says:

    kamu bikin novel ato buku aja sha…mumpung masih “fresh” jadi mahasiswa….he he…banyak ide yang bisa digali…ato jangan2 dah menerbitkan buku ya????

  5. Wah, salut juga pada Mbak Yuki

  6. Keren banget……good post……….

    serius beneran

  7. Benar mba’…
    Jadinya gw mengerti…

  8. semoga perubahan yang indah serta cantiglah yang akan kau pilih. jangan tergoda warna yang bukan pilihanmu ya,sahabatku
    salam hangat selalu

  9. Tapi tetep yang ngajukan calon adalah Mbak Yuki kan?
    Misalnya Ibunya mbak Yuki yang ngajuin calon, sementara mbak Yuki belum kenal sebelumnya, kira-2 Mbak Yuki mau apa gak ya?
    Eh…kok jadi bertanya ya?
    hehehe….🙂

  10. hmmm …nggak semua wanita bisa seikhlas spt mbak YUki

  11. hai salam kenal…

  12. Sekilas….. malah teringat…*Siti Nurbaya* b-)
    Maaf kalu kita berpacaran dengan seseorang….Kita tidak hanya berpacaran dengan orang itu!!!!!!
    Kita juga harus ber…*pacaran* dengan Ortunya…..
    Karena kalu putus di tengah jalan….:( Secara tidak langsung kita masih berhubungan dengan Ortunya atau kita pasti masih dianggap saudara….:D
    Teringat lagee….:((

  13. fantasyforever Says:

    Bagus nih.. Nice.

  14. keren
    ehh aku punya award buat kamu loh

  15. hmmm….
    mantap,,,😀
    mbak Yuki dah baca postingan ini gk ya ????

  16. salam kenal yak….

  17. wah sering berbagi juga yah mbak.
    sebuah motifasi dalam hidup lagi nih

  18. tu bener Sha, kadang2 mmg org tua sepertinya kolot, tp ke-kolot-annya itu semata2 karena cintanya besar untuk Qta…🙂 salah stau jurus matuQ (wallah), adalah klo orang tua marah, mending diam aja, walopun kesel juga dalam hati, karena apa..bis atambah panjangn n runyam..blm lg, Qta tahu omelannya adalah bukti cinta…🙂

  19. Ya. Suatu pencerahan dapat diperoleh dari mana saja, dari siapa saja, kapan saja, apa saja bentuknya, dan bagaimana kita sendiri yang dapat menangkap makna dari sumber belajar tadi

  20. Ehm..
    Hal sekecil apapun bisa jadi pelajaran buat kita..🙂

  21. restu orantua terlebih Ibu sangat penting buat saya…

  22. alow salam hangat dari Sige di Bali,

    kalo menurut Sige berbakti kepada orang tua dengan cara tidak egois adalah mulia sekali, tapi untuk urusan jodoh dan pasangan hidup bagi saya

    “it’s my life mom, i’ll do with my own way, wish me luck”

    hehe.

  23. Kekuatan ikhlas itu sangat besar,
    tapi buuuuerrraaaaattt buat dilakukannya,
    klo Saia bisa Yudhi ucapin selamat yach….

    Semangat buat IKHLASnya🙂

  24. wah… hebat dia bisa punya banyak kandidat buat jadi suami ya, pantesan orangnya ramah sih ya

  25. Yup bener… pencerahan hidup bisa ditemukan di mana saja

  26. menuju kedewasaan tuhhhhh.

  27. Nies, tetap di porsima yah…🙂

  28. iya tu pak gam bus,,,
    si niisa’suruh nemenin saya di dagri

  29. selamat malam sahabatku.
    salam hangat selalu

  30. memang kita mesti berhati2 dalam bersikap dengan orang tua..
    tapi kadang sulit juga klo ego kita sudah berbicara..

    ego..
    kita mesti belajar mengendalikan ego..🙂

  31. to ALL : Maaf karena saya udah jarang bales komen dari temen2 yah. . . Ini karena speedy saya yang lagi bego *maaf* . Untuk lain kali saya akan berusaha bales setiap komen kaya dulu. Makasih uda mampir ke blog saya. . .🙂

  32. hmmm…. nice story🙂

    untung pilihan saya dan ibu saya soal calon istri sama hahahaha, matching d🙂

    alyudha ‘still’ in Papua

  33. pandai itu berarti bisa menyerap pelajaran dari hal apapun…

  34. agunk agriza Says:

    hwa .. peljaran yg berharga banget ..
    si mbak2 itu hebat banget yah ..
    jarang bgt kyknya ada anak yg kyk gitu ke ibunya ..🙂

  35. smua yg terjadi, baik taupun tidak sebaiknya jadi pelajaran, syukur klo baik, kita tingkatkan, dan sebaliknya

  36. lgpl, bahagia itu diadakan kok bukan dicari…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: