Minta Tolong!

Seperti biasa, sore hujan biar pun tidak terlalu deras. Sambil browsing dan buka-buka blog, saya nonton tv saja. Yang saya tonton sore ini adalah sebuah acara reality show di sebuah stasiun tv swasta. Dalam acara ini disetting seseorang yang kelihatan *maaf* melas dan buta untuk berjalan di sepanjang jalan kota dan meminta pertolongan kepada orang-orang yang ada di jalan. Bapak itu mengatakan sedang mencari sebuah alamat tempat tinggal saudaranya. Selama dua hari, tak ada seorang pun yang mau menolong. Ada yang gag peduli, ada yang kelihatan agak takut, ada yang pura-pura gag denger, bahkan ada yang marah-marahin si Bapak itu. Hari kedua pencarian dilanjutkan. Setelah seharian, ada juga yang mau menolong. Seorang ibu penjual dawet bernama Sri Prihatin. Seorang wanita sederhana dari kalangan biasa. Bahkan bukan orang berkecukupan. Suaminya adalah tukang becak. Namun beliau dengan hati ikhlas bersedia membantu sang Bapak dan mengantar ke alamat yang dicari tersebut. Ibu Sri mengantar si Bapak dengan angkot dan kembali lagi ke pasar tempat ia berjualan. Setelah itu tiba-tiba ada seorang pria yang memberikan sejumlah uang kepada Bu Sri karena dia adalah satu-satunya orang yang mau menolong. Saya tak tahu apakah acara ini murni reality show yang menyajikan kenyataan atau ada sesuatu yang diatur. Tapi hal ini dapat menjadi pelajaran untuk saling tolong-menolong sesama manusia seperti kata Ibu Sri. Janganlah melihat orang dari apa yang tampak di depan mata. Orang buta yang kelihatan tak bisa apa-apa ternyata bisa memberi Ibu Sri sedikit uang karena ketulusan hatinya. Ibu Sri yang biasa saja dan berprofesi sebagai penjual dawet di pasar tradisional ternyata adalah wanita berhati mulia. Nah, kapan saya bisa belajar seperti itu ya? Kapan kita bisa seperti itu? Sekarang semoga.

25 Tanggapan to “Minta Tolong!”

  1. …mulai sekarang setelah baca blog ini….kalo nda kapan lagi…eh di sebelah ada “JURUS JITU ANTI STRES” Mas….

  2. Pengen belajar? tutup mata aja dulu, gunakan perasaan
    ciyeee….

  3. kadang ikut sdih dan bahagia liat adegan kek ginian, terlepas dari stigma buat2an

  4. yaaaaaaaaaaah sayang cuman acara reality show….😀

  5. aku gak tau apakah itu betul-betul nyata atau dibuat-buat. Hanya saja, aku terenyuh dengan realita yang coba ditampilkan oleh tayangan tersebut.

  6. Meskipun cuman reality show, tapi masih ada hikmah yang bisa diambil dari situ…🙂

  7. tanya kenapa?
    kalo mbak sHa sendiri yang dihadapkan pada situasi ini, apa yang akan mbak sHa lakukan…??

    *tinggal ngopi, huakakaka*

  8. yaa, tolong aja kali, masalah dia ngibul ato ngga urusan nanti,😀

  9. hm… reality show? yakin ndak diatur sebelumnya?

  10. terlepas dari dibuat² ato ngga, yang penting bisa ngambil hikmah dari tontontonan di tipi,,,
    tapi aku sering ga pecaya ma reality show,,,😀

  11. nggak pernah nonton begituan
    *bletak*

  12. hmmm, aku agak ilfil ma acara begituan, banyak rekayasa. tapi over all, tujuannya agar orang lain sadar, di luar masih banyak yang lebih tidak beruntung dari kita.

  13. asal jangan jadi “komoditas” perusahaan tv utlk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya….

  14. sahabat……….
    blue suka baca ini
    salam hangat selalu

  15. Salam kenal Mbak….😀

  16. Cepet banget ya…Mbak ini mampir ke blog aku….baru beberapa menit yang lalu saya comment di blognya Mbak….Whuuss….Whuuss….langsung meluncur ke blog aku….Udah kayak Jet aja….😀

  17. kalo gt ambil hikmahnya aja Nis…

  18. itu km dah belajar…

  19. Duh…… senengnya bisa mampir ke sini lagi, gk dilarang kan ?

  20. ga pernah nonton acara begituan…

  21. acara begituan ada sisi postifnya…ntar kalo ada yg minta tolong ditolong tuh…sapa tahu masuk tipi…:p

  22. acara yang keren, sungguh !
    sering saya tunggu

  23. sepertinya, saya sudah seperti itu deh! hehehe

  24. Emang seharunys kita harus tolong menolong kepada siapapu. Apalagi orang tsb sangt butuh pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: