Sebuah Wejangan

Beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman mengobrol. Tentang apa? Awalnya hanya obrolan tidak bermutu yang diawali dengan curhatan saya *dasar sha tukang curhat* yang berlanjut menjadi obrolan ngalor-ngidul. Kami empat manusia yang tentu saja memiliki karakter berbeda, tapi sepertinya memiliki satu persamaan, ingin menikmati hidup dengan caranya masing-masing. Mungkin itu kodrat semua manusia ya, tapi setelah obrolan panjang kami yang saya rasa membuka wawasan saya tentang banyak hal, saya jadi berpikir mengenai lebih banyak hal lagi. Misalnya ketika salah seorang dari kami mengeluarkan bukunya dan ingin menunjukkan kepada kami mengenai kalimat yang ia baca di situ. Judulnya Falsafah Manusia oleh Zainal Abidin. Saya bahkan tak pernah membuka buku seperti itu sebelumnya, tapi saya langsung terhenyak ketika mendengarkan dia berkata, dengan suaranya yang lembut, begini: “Manusia pada prinsipnya adalah makhluk bebas dan berkuasa penuh atas eksistensinya sendiri dan masa depannya. Maka dalam batas-batas tertentu kekuatan dari luar yang membelenggu kebebasan manusia harus segera dipatahkan”. Saat itulah saya sadar, bahwa saya masih belum bisa mematahkan semua yang membelenggu saya dari impian, dari hal-hal yang saya sukai, dari bayangan saya akan menjadi seperti apa saya kelak. Kalau belenggu itu adalah diri saya sendiri, maka lebih baik segera sadarlah saya. Dan apabila belenggu itu adalah orang lain, semoga semua akan baik-baik saja.

Kadang obrolan-obrolan non formal yang terjadi sehari-hari dapat merubah hidup seseorang. Ada seorang teman saya yang bahkan mengatakan bahwa semua hal bisa diselesaikan di meja makan. Sederhana sekali bukan. Tetapi tentu semua ada batasnya. Jangan menelan mentah-mentah semua yang dikatakan oleh orang lain. Karena pada akhirnya hati kita sendirilah yang memutuskan. Karena hati adalah kepanjangan tangan Tuhan, kata Mario Teguh🙂

21 Tanggapan to “Sebuah Wejangan”

  1. pertamax..

    hai lam kenal ya..tukeran link yukz..
    mau ga??

    btw yang kata2 “semua hal bisa diselesaikan di meja makan” saya juga udah sering denger dari temen…

    hehe

  2. Urip yo dilakoni ae😀

  3. to danz : sudah saya link. . . . monggo di cek

    to Dony Alfan : Nggih mas. . . kalo tidak dilakoni ya berarti udah gg urip to yow. . . hehehe

  4. belenggu ntu emang harus d ancurin deh,, biar free,, hhe,,

  5. selamat malam,sahabat
    maafkan blue ya baru mampir mampir…….maaf banget
    ota pstinganmu ringan namun mengena pada intinya sendiri.
    salam hangat selalu

  6. waah salam kenal y..gw seh stju bgt ma yg nama’y obrolan yg ringan dpt memberikan pngaruh yg besar..eh tkeran link y !

  7. dalam hidup butuh cita-cita…..
    capailah cita-citamu dengan segala cara.
    tetapi ketika kamu berhasil, orang akan membicarakan cara kamu mencapainya.
    maka capailah cita2 mu dengan cara yang baik..

    *tukeran link yuks cuy…*

  8. bener tuh mbak .. justru yang nggak penting n ga resmi gitu bisa menimbulkan sesuatu yang bisa merubah manusia, bahkan dunia🙂

  9. mematahkan itu suatu keharusan gk..???

    klo masih bs fleksibel gmn..???

  10. ilmu dapat diperoleh dari manapun,carilah ilmu dari manapun walaupun dari sebatang rumput..

  11. sha, link ku di blog ini diganti dunk, sekarang aku udah pindah alamat

  12. salam kenal mbak….

    artikel-artikelnya bagus-bagus mbak…

    btw, bisa tukar link g?

  13. ehmm, benar Bu.. manusia diberi lima indra tapi terkadang ketika semua indra telah kita gunakan, semua mnjadi biasa saja,,,

    seperti yg mbak nisa alami, wejangan ituh bukan hanya telinga yg mendengar…

  14. […] saia bicara. . . tentang apa yang perlu diketahui dunia « Sebuah Wejangan […]

  15. suka niup balon ya…, makanya gondongen…
    wakakak….

  16. manusia itu khalifah di bumi, tapi dia sekaligus makhluk Tuhan
    itulah yg saya namakan Antroposentrime Transendental.
    Penguasa sekaligus Hamba…

  17. tergantung bagaimana memaknai apa itu BEBAS dan memaknai apa itu BELENGGU….

  18. kata-katanya dalam sekali. memang susah menghilangkan semua yang membelenggu diri kita

  19. rojiunmgl Says:

    kata-kata adalah senjata…

  20. setuju.. berkuasa penuh dalam artian tetap dalam koridor jalan takdir yang harus kita jalani. kita sebagai manusia wajib berusaha dan berdoa. hasil akhirnya, kita kembalikan pada Yang Kuasa. (goodluck)

  21. bagus juga tu tema…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: