Baca Komik Tak Berguna, Kata Siapa?

Hobi saya membaca komik sudah dimulai sejak saya SD. Kalau nggak salah sih kelas 3 SD. Bapak dan Ibu yang juga suka baca, meski cuma bacaan ringan, membuat saya terbiasa dengan buku. Mereka sudah langganan tempat persewaan buku di daerah Widuran sejak masih kuliah. Otomatis, saya juga jadi langganan tetap di situ sejak masih jadi jabang bayi. Spesialisasi saya dalam membaca buku adalah buku komik. Buku bergambar ini sekarang nggak hanya dibaca anak-anak, tapi juga orang setengah remaja kaya saya. Kalau sudah pegang komik, bisa lupa semuanya. Bahkan lebih addicted daripada pesbuk-an, chatting, atau maen di dunia maya kalo buat saya.

Komik menarik karena ada gambarnya. Kita jadi tau gambaran kaya apa yang si penulis bayangkan. Kalo cerita, gambar, dan kata-katanya mendukung, bacaan itu akan jadi sesuatu yang benar-benar menarik. Dalam komik juga nggak melulu tentang cinta-cintaan picisan. Kadang ada nilai yang terkandung di dalamnya. Menurut saya pribadi, kalau bisa menerapkan yang dibaca dalam komik (asal bukan komik porno lho :p ), membuat kita belajar berempati, karena dalam komik ada berbagai konflik dan masalah. Jadi kita belajar menempatkan diri dalam situasi orang lain dan tidak menghakimi.

Membaca komik tidak selalu buruk asalkan dengan kadar waktu dan jenis yang pas. Untuk para orang tua yang anaknya suka baca komik, perhatikan juga apakah mereka membaca komik yang sesuai usia mereka. Sekarang kan banyak beredar komik yang sama sekali nggak mendidik. Coba cek di bagian belakang atau depannya, ada batasan umur atau nggak. Supaya komik yang saya cintai nggak merusak anak-anak apabila digunakan tak semestinya.

Nah, ada yang mau pinjem-pinjeman komik atau buku lain sama saya?😀

12 Tanggapan to “Baca Komik Tak Berguna, Kata Siapa?”

  1. nah kebanyakan para ortu ga memperhatikan jenis komik yang dibaca🙂

  2. Memang tergantung komik apa dulu. Komik-komik Jepang jarang yang kayak gitu, meskipun saya pernah menemukan satu dua komik Jepang yang berbicara masalah sosial.

    Komik yang benar-benar berbicara tentang masalah sosial yang ada di masyarakat tentu saja adalah komik berbahasa Indonesia (saya menyebutnya kartun) yang ditulis di majalah atau koran. Komik (saya sebut kartun) adalah paling pas untuk menggambarkan kondisi bangsa ini seperti apa.

  3. itu komik obat batuk itu ya…

    kok ada aturannya😀

  4. […] Baca Komik Tak Berguna, Kata Siapa? Hobi saya membaca komik sudah dimulai sejak saya SD. Kalau nggak salah sih kelas 3 SD. Bapak dan Ibu yang juga suka baca, meski cuma bacaan ringan, membuat saya terbiasa dengan buku. Mereka sudah langganan tempat persewaan buku di daerah Widuran sejak masih kuliah. Otomatis, saya juga jadi langganan tetap di situ sejak masih jadi […] […]

  5. Saya suka baca/lihat komik, komik saru tentunya😀

  6. Au pernah jd orang yg sk baca komik,tp skrang jd gimana gitu.
    Sk pusing sendiri saat mencerna gambarnya sekaligus membaca tulisanya itu

  7. dulu waktu di SMP dan SMA sangat gandrung dengan komik. karena hanya itu hiburan waktu tinggal di asrama. namun sekarang jadi aneh kalau baca komik.

    back to topic : semua itu ada sisi positive dan negative, jadi tinggal kita dan juga para orang tau yang bisa mengarahkan anaknya dalam hobi membaca komik itu

  8. tenang jeung SHA blue akan selalu mengunjungi u sampai u meraih gelar sarjana……………kita kan sahabatan ya nggak!
    salam hangat selalu
    baca komix………….ya baca aza kaga ada aturannya ya nggak jeung………..

  9. ngomongi komik, ko dr postinganya sampai komen2 ngga ad yg ngomongin il phenomenon NARUTO,,,, hmmmm
    ?????????

  10. setujuuu!!! daaan…smoga komik2 dalam negeri juga bisa exist seperti film indo yg mulai exist sambil bersama membangun kualitasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: