CLBK

Ya Tuhan, ini sudah tahun berapa? Sudah berapa lama saya tertidur? Berapa lama saya nggak merambah dunia? Hahahaa, mungkin ini ya reaksi manusia purba yang tertidur kemudian bangun ribuan tahun kemudian. Seperti ini nih yang saya rasakan sekarang. Menekan tuts2 keyboard, bagaikan bertemu kawan yang sudah lama tak jumpa. Sudah-sudah, sepertinya saya mulai lebay,hehe. Jadi, apa kabar dunia? Tepatnya dunia blogosphere. Do you miss me? Iโ€™m sure you do๐Ÿ˜€ Sudah lama banget sejak saya terakhir nulis. Saya nggak akan bikin alasan, emang sayanya aja yang blogger abal-abal, hehe.

Ngomong-ngomong nulis, sekarang saya sedang asyik bertukar rindu dengan cinta lama saya, buku harian. Dulu, buku harian atau biasa disebut diary, selalu jadi tempat saya mengeluarkan uneg-uneg. Semua tertuang disitu. Jujur, blaka suta, apa adanya. Tulisan, puisi, catatan, gambar-gambar, ahh, saya jadi kangen. Lalu apa yang membuat saya berhenti menulis dan bercengkrama setiap saat dengan si buku? Itu semua karena ibu saya membacanya. Ya, setelah tahu itu, saya berhenti menulis. Memang nggak ada sesuatu pun yang bisa disembunyikan dari beliau. Bahkan sekarang buku-buku harian lama saya, semuanya disimpan ibu. Ketika tahu rahasia terdalam kita diketahui orang lain, meski ibu sekalipun, orang terdekat saya, tetap saja bikin ilfil. Bukankah terkadang ada hal-hal yang nggak pengen diceritakan dan ingin itu jadi rahasia kita sendiri? Jadi saya memutuskan menyimpan semua cerita dalam hati dan doa saja.

Sekarang, setelah hampir 2 tahun berhenti, saya mau memulainya lagi. Setelah menemukan, di toko buku, sebuah jurnal yang membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama, saya mulai merambah dunia tinta-kertas lagi, dengan beberapa antisipasi tentunya, misalnya membawa buku itu kemanapun, dan nggak membiarkannya hilang dari genggaman meski cuma satu detik. Memang sih kegiatan tulis menulis ini nggak serutin dan sesering dulu, tapi cukup menghibur ketika butuh corat-coret tanda galau, hahaa๐Ÿ˜€

Ngetik memang menyenangkan, kalau ada yang salah bisa balik lagi dan dikoreksi dengan mudahnya, tapi chemistry antara tinta dan kertas terasa lebih romantis. Sewaktu kuliah Komposisi dulu, saya pernah ditugasi untuk menulis apapun, tanpa berpikir mau menulis apa, pokoknya mengalir saja. Nggak peduli tulisannya salah, atau tata bahasanya kacau, atau apapun lah, pokoknya lanjut aja terus. Itulah yang selalu saya terapkan ketika menulis dimanapun. Itulah kenapa tulisan saya di sini sangat kasar, berkesan acak-acakan. Saya nyaris nggak pernah mengeditnya. Saya masih harus banyak belajar tentang hal tulis-menulis ini. Nah, kalau di buku harian, hal seperti itu tentu sah-sah saja. Toh kita memang menulis yang ada di pikiran, tanpa sensor, tanpa harus berpikir apakah akan ada yang tersinggung. Pokoknya tulis aja. Karena itulah saya suka buku harian. Dia adalah benda terjujur yang pernah ada. Dia mengajarkan kita untuk bersikap apa adanya dan jujur pada diri sendiri. Kalau yang kita tulis di buku harian hanya bohong dan dibuat-buat, lalu untuk apa? Semakin banyak menulis, semakin kita mengenal diri sendiri. Kira-kira begitulah menurut saya. Oh diary, saya sudah kangen sama kamu lagi. Kiranya malam ini adalah malam saya dengannya, cinta lama saya yang bersemi kembali.

Jadi, ada yang menulis buku harian jugakah?๐Ÿ˜€

23 Tanggapan to “CLBK”

  1. eh, ternyata masih blogger, update :p

  2. wah gagal pertamax, padahal aku juga gundul. LOL
    urip kok galau terus..๐Ÿ˜€

  3. Hahahahaa, 2 komen pertama di update an telat ini, isinya kecrohan semua. Makasih teman2…. T.T

  4. buku harian saya yang ngisi temen2 sekelas jadi seru bgt
    dari misuh2 sampe yang aneh2 semuannya ada

  5. Selamat menulis! Aku tak ngetik wae lah… kemeng!

  6. ya… nulis memang asik kalau ada maunya..๐Ÿ™‚
    tukeran Link kk… 4n32

  7. ga pernah nulis buku harian dari kecil๐Ÿ˜€

  8. tiwas moco tenanan..
    jebulnya mung CLBK karo buku…

    ah kurang seru..hahahaha

  9. aku juga kangen tulisanmu:mrgreen:

  10. senang kemaren bisa bersua kembali denganmu..semangat terus nduk!!

  11. takkiro CLBK opo,, hhe

    salam kenal..

  12. saya pernah nulis di buku harian. tapi sekarang sudah nggak. kadang2 menulis sesuatu yg jujur membuat kita takut. ya, kadang saya takut membaca tulisan sendiri yg terlalu jujur.๐Ÿ˜€

  13. Gua pernah denger kutipan… tulislah sebagai orang mabuk… edit sebagai orang sadar

  14. hmm hebat kl bisa tetap menulis di buku. Somehow kebiasaan kita sekarang yang dekat dengan PC, laptop dan byk gadget lainnya semakin menjauhkan dengan yang namanya menulis pada buku.

  15. salam kenal…….kadang tulis menulis jauh lebih bermakna

  16. woops,ada tulisan baru๐Ÿ˜€, diary,lama tak kudengar,barangkali punyaku sudah usang

  17. malam kawan
    salam hangat dari blue
    semangat semangat
    salam persahabatan

  18. dah ilang diary gw kmn ya

  19. kalo jodoh mahh gak bakalan kemana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: