Romantisme Pagi Hari

Ini pukul 05.36 WIB. Saya belum tidur kira-kira 20 jam. Bukan karena sok menjadi petapa, tapi memang rasanya hari ini sayang kalau hanya digunakan untuk tidur. Siang sampai sore saya gunakan untuk berkumpul dengan member Bengawan dalam Kopdar Niubi yang diadakan untuk mempertemukan para member baru dan lama, yang ternyata malah jadi ajang reuni. Malam saya kemudian cukup tenang. Hanya di rumah dan online seperti layaknya penikmat dunia maya lain. Nah, setelah jam 01.00 lah yang menarik. Mengajak mas Didut dan Presiden tercinta kita Hasssan, kami meluncur ke Gudeg Ceker Bu Kasno di Margoyudan. Entah kenapa saya kepingin banget ngajakin mas Didut, yang asal Semarang, kesana. Bukan mau pamer kuliner lho, mungkin sebenarnya saya cuma pengin makan aja,hehe.

Selesai makan, obrolan dilanjutkan di RBI. Duduk di teras, ngalor ngidul bercerita, curhat, saling mencela *akhirnya saya bisa ngecrohi suhu :D* sampai tak terasa sudah pukul 04.30, dan saya merasa sudah saatnya saya pulang, karena merasa bersalah sudah menahan mereka menemani saya ngobrol sampai sepagi itu. Diusir-usir nggak mau pulang soalnya.😀

Mengendap-endap saya sampai dirumah. Masih sepi. Bapak dan Ibu masih tidur. Hanya ketika membuka pintu, Ibu sempat memanggil, sepertinya sih ngelindur. Saat membuka pintu itulah, saya sempat melirik ke arah tumpukan sepatu di depan pintu dan terbersit dalam benak saya, “lari ahh, kayanya asik” dan walhasil saya tiba-tiba sudah di depan rumah, mengenakan celana pendek dan sepatu keds, pemanasan.

Mulailah saya berlari keliling kompleks. Lari pagi saya kali ini sangat menarik, paling tidak menurut saya sendiri. Di putaran pertama, dari rumah belok kanan di jalan besar, masuk lagi ke gang, saya menemukan tetangga yang bangun paling pagi, sedang mengelap mobil tercintanya dengan bersemangat, sampai-sampai ketika saya memanggilnya dia butuh waktu agak lama untuk merespon. Berbelok ke kiri untuk mengambil putaran kedua, langkah saya mulai berat. Entah karena sekarang jarang lari atau karena kurang tidur atau malah keduanya, nafas dan kepala saya mulai nggak kuat, maka berhentilah saya sejenak di perempatan yang terdapat tempat duduk yang biasa disebut buk. Awalnya jalanan masih sepi, hanya ada seorang bapak-bapak yang berdiri di depan rumah sakit Mojosongo, mungkin menunggui keluarganya yang sedang sakit. Lama kelamaan, bermunculan orang-orang dari berbagai penjuru. Seorang ibu menyapa saya dengan ramah, membawa secangkir besar teh dan tas berisi koran harian, barang dagangannya di kios koran yang sudah ada di situ bertahun lamanya. Kemudian muncul lagi sekeluarga kakek dan nenek menggandeng cucunya. Kata si nenek, cucunya sudah mengajak keluar sejak subuh, terpaksalah mereka mengantarnya berjalan-jalan. Yang terakhir ada seorang bapak yang sudah cukup tua, yang kemudian saya ketahui bernama Bapak Sarwito, mondar-mandir jalan cepat karena sudah tak bisa berlari. Yang penting olahraga katanya. Saya jadi malu karena biasanya olahraga cuma dong-dongan dan nggak bisa konsisten sama sekali. Benar-benar kalah dengan orang tua.

Istirahat saya, yang kemudian jadi lebih lama dari rencana karena saya asyik memperhatikan sekitar, membuat saya berpikir tentang hal-hal yang kita lewatkan ketika menggunakan waktu dengan tidak efisien. Terlalu banyak tidur misalnya. Memang kurang tidur itu tidak bagus, tapi bukan berarti waktu kita yang hanya 24 jam dalam sehari hanya digunakan untuk tidur saja kan. Dengan bangun pagi, atau dalam kasus saya tidak tidur, kita bisa menemukan banyak hal menarik yang biasanya tidak terlalu menjadi perhatian kita. Menyapa tetangga, mengobrol dan bertemu dengan orang-orang baru, melihat awan yang bergulung cantik dan berganti warna dari hitam,merah, kemudian biru. Tuhan menciptakan pagi untuk memulai hari kita, maka mulailah hari dengan memandang pagi-Nya yang luar biasa ini.

Segelas air putih mengakhiri ‘petualangan pagi’ saya hari ini. Setelah dinikmati, saatnya meninggalkan matahari terbit dan membayar jam tidur saya yang sempat menghilang *kok kayanya sama saja ya*😀

Jadi, pagi ini kalian ngapain saja? Lari sama saya yuk😀

31 Tanggapan to “Romantisme Pagi Hari”

  1. terlalu banyak tidur nggak bagus, kurang tidur apalagi, baiklah mari kita saling meniduri! Hidup Tidur #eh

  2. sama, belum tidur juga.hehehe

  3. thanks for a lovely morning today nis😀

  4. Ah… aku ora di jak… *mrengut*

  5. Postingan ini sukses membuatku ngirii.. Jadi nyesel knapa semalem pulang ke rumah.. Hehe,
    jd kapan kita lari pagi?😀

  6. Wah mesti sepet banget ya tu mata, gak tidur 20 jam?yen aku yo wis mlaku karo lier – lier mesti…salam kanal aja Mba…

  7. waow… sudah nulis lagi
    hahaa

  8. menarik..coba sering2 kek gitu..langsing podho Hassan kowe Nis..hahaha

  9. Eh, jadi pengen bangun pagi. Lari-lari.. Sehat itu…

  10. sayang banget kemeren ngga bisa ikut,, mau berangkat malah ujan😦

  11. Seleb bloge wes metu cah…
    Suit suit…

  12. […] ngikutin postingannya Anisa hihi~ .  Weekend kemarin tiba-tiba menghabiskan waktu di Solo lagi, maaf buat penghuni Rumah […]

  13. tidur lagi bole ndak mas ?

  14. yuk nyanyi lagunya Bang Rhoma:
    “lari pagi… tua muda semuwaaaaa… oi lari pagi”…

  15. mas hasan oh mas hasan hihihih presiden terbaik…

  16. wadawwwwwwwwwwwwww!!!! aq ketinggalan waktu itu ;( teman2 sudah pulang semua…uhuhuhuhhu kapan lagi bu syahsyah hahhaha
    😉

  17. blue fatang membawa sekeranjang penuh keromance tuk u
    sdalam hangat dari blue

  18. klo tinggal di komplek, gampang yah keliling komplek, klo tiggal di kampung,wah keliling kampung terlalu luas😀

  19. kdg2 jd rutin yg monotn aj y Sha? :p

  20. Wah Warna blog ga jelas,,,,

  21. Wuuaa….. gudek ceker di margoyudan maknyuss….. saya kalau makan disana pasti nambah….. hehe

  22. salam kenal semaunya,…

  23. apa kabar kawan
    salam hangat dari blue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: