Akhir-akhir ini saya penasaran dengan kata “dewasa”. Mungkin karena sebentar lagi angka depan di umur saya akan berubah menjadi angka 2, jadi banyak juga yang memberi nasehat ini itu tentang kedewasaan pada saya. Lalu sebenarnya apa sih dewasa itu? Bukankah negara kita menganggap seseorang dewasa pada usia 17 tahun? Apa perbedaan seseorang berumur 20 tahun yang sudah dewasa dan yang belum dewasa? Sampai mana batasnya? Apakah wanita tua yang masih suka mengoleksi boneka tidak bisa disebut dewasa dan dianggap kekanak-kanakan? Sepertinya sekarang dewasa tidak dilihat dari umur saja, sampai ada istilah “dewasa sebelum waktunya”, tapi lalu timbul pertanyaan lagi, memang kapan waktu yang tepat kita menjadi dewasa?
Pendewasaan memang didapat dari pengalaman. Oleh karena itu, orang yang lebih tua sering dianggap lebih dewasa dari yang muda. Pola berpikir, perilaku, sifat, dan hal-hal lainnya pun pastilah mempengaruhi anggapan tersebut. Contoh yang mudah dan sering membuat saya tertarik adalah gaya berpacaran sebuah pasangan. Ada sahabat saya yang mengatakan bahwa kekasihnya sangat childish atau kekanak-kanakan karena sering sekali cemburu dan marah-marah, ada juga kawan saya yang lain yang bisa dibilang sudah cukup umur untuk ukuran saya, jarang bertemu dengan pacarnya, tapi tetap saling percaya dan baik-baik saja hubungannya, orang bilang itu gaya pacaran orang dewasa. Ada juga yang bilang menjadi dewasa adalah ketika kita sudah memikirkan masa depan. Teman saya yang lain lagi, umurnya 20 tahun September kemarin, perawakannya amat sangat kecil seperti anak SMP, namun otaknya selalu berkutat dengan bagaimana caranya mencari usaha yang tepat dan menghasilkan uang, cepat-cepat jadi sarjana (sekarang dia lulusan D3 Manajemen universitas negeri di jogja), dan kalo bisa ya mencari pendamping.
Apakah seperti itu yang namanya dewasa? Haduh, kok saya nggak mudeng-mudeng ya. Barusan seorang sahabat saya, lewat sebuah sms yang manis, mengatakan bahwa menjadi dewasa intinya lebih bertanggung jawab atas kehidupannya. Tanggung jawab ini bisa yang bersifat kewajiban maupun segala keputusan yang dibuatnya. Ini juga benar, karena setiap individu memang akan mempertanggungjawabkan kehidupan dan keputusan-keputusannya baik di dunia maupun di akhirat.
Lepas dari berapa umur maupun seperti apa orangnya, kedewasaan didapat dari pemikiran-pemikiran terasah dan perasaan-perasaan halus yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga orang lain, mau bertanggung jawab dan sukur-sukur tahu apa yang ia inginkan dalam hidup. Saya memang belum dewasa dan belum tua, tapi sedang berusaha untuk itu. Semoga suatu saat pertanyaan-pertanyaan saya ini akan terjawab baik oleh saya sendiri maupun pelajaran dari orang lain. Selamat mendewasakan diri semua…
Nah, ada yang mau belajar bareng saya?





