Melihat dan Cekikrek

Posted in kagak jelas dengan kaitan (tags) , on Oktober 19, 2009 by s H a

Kemarin, tepatnya hari Minggu, 18 Oktober 2009, saya dan beberapa teman datang ke sebuah acara yang diadakan di lapangan Pamedan Mangkunegaran. Acara tersebut bertajuk Indonesia Channel. Ternyata eh ternyata, acara tersebut ditampilkan oleh para penerima beasiswa dari luar negeri. Mereka yang belajar seni dan budaya Indonesia selama 3 bulan mempersembahkan hasil belajar mereka kemarin.

Saya mendapat undangan yang diberikan kawan saya. Untuk ditukar dengan tempat duduk dan snack katanya. Saya berangkat dengan membawa kamera kesayangan saya, undangan, dan jaket almamater. Sesampainya disana, tidak sesuai dugaan saya. “Kok tempatnya tertutup gitu ya,” pikir saya. Tidak kamera friendly, apalagi dengan lensa 18-55 mm saya yang apa adanya. Tapi dengan berbekal “yang penting motret”, saya ya cari-cari jalan aja, gimana caranya mencari posisi yang wuenak buat motret. Setelah nyelip-nyelip, nyempil-nyempil dengan badan saya yang segedhe gaban, akhirnya dapat juga posisi yang lumayan meski tak sesuai keinginan. Tapi nggak apa, yang penting motreeet…… Apalagi saya memang berniat belajar memotret pertunjukan dan panggung. Niatnya sih belajar berbagai medan dalam memotret. Doakan saja saya bisa belajar dengan baik… Amin.

Jadi, ada yang mau motret pertunjukan lagi sama saya? Butuh banyak belajar nih. Masih nol puthul….

Baju Baru Alhamdulillah, Tak Punya Pun Tak Apa-Apa

Posted in menurut saia dengan kaitan (tags) , , , on September 16, 2009 by s H a

Dalam seminggu ini, sudah dua kali saya menemani dua orang sahabat muter-muter nggak jelas di mall. Tujuan mereka sama, belanja baju. Yang pertama beli baju karena kebiasaan rutin setiap tahun sebelum lebaran, sedangkan yang kedua shopping karena baru saja mendapat THR dari ayahnya. Katanya sih kalo nggak dipakai, bakalan ditanyakan kemana uangnya lari. hehe. Saya yang cuma bertugas sebagai bodyguard dan style advisor, ya cuma ikut muter-muter nggak jelas, komentar sana-sini. Nggak beli apa-apa. haha. Tak apalah, seneng juga kalo temen tampil cantik :D

Beberapa hari saya ke tempat perbelanjaan, baik cuci mata atau untuk makan buka, tempat itu tak pernah sepi. Rameeee terus. Seperti di pasar saja. Animo masyarakat untuk berbelanja atau sekedar berjalan-jalan, yang pada ujungnya mungkin ya beli-beli juga, hehe, sangat tinggi di bulan Ramadhan. Mungkin karena masyarakat terbiasa dengan kebiasaan “serba baru” di hari lebaran. Makanya waktu bulan puasa tiba, mereka juga berduyun-duyun mencari yang serba baru itu supaya tampil beda di hari raya. Nggak ada salahnya kok dengan hal ini. Semua orang ingin tampil maksimal. Tapi nggak harus dengan “semua baru” kan… Pakai buyclean, semua jadi baru deh. hehe. Intinya, banyak cara untuk tampil beda tanpa harus keluar budget beli-beli. Kalo untuk para wanita, bisa dengan mengutak-atik baju lamanya dan membuatnya “beda”. Sekarang kan banyak tuh tips DIY alias Do It Yourself di majalah atau internet. Bisa juga dengan match baju yang sebelumnya jarang dipakai dengan baju-baju lain. Dijamin, a little effort seperti ini cukup ampuh untuk membuat perbedaan. Saya sendiri tahun ini akan memakai seragam keluarga besar dari ayah saya di Klaten, batik jahitan sendiri berwarna biru. Nanti kalau sudah jadi, semoga saya ingat untuk memamerkannya di sini. haha.

After all, mau lebaran dengan baju apapun, dengan gaya apapun, hari apapun, yang penting adalah hati kita. Semoga kita bisa memaknai Ramadhan kali ini dengan baik. Selamat hari raya Idul Fitri semua… Mohon maaf lahir dan batin ya…

Nah, ada yang mau mudik ke Klaten barang saya? :D

Baca Komik Tak Berguna, Kata Siapa?

Posted in menurut saia dengan kaitan (tags) , , , on September 13, 2009 by s H a

Hobi saya membaca komik sudah dimulai sejak saya SD. Kalau nggak salah sih kelas 3 SD. Bapak dan Ibu yang juga suka baca, meski cuma bacaan ringan, membuat saya terbiasa dengan buku. Mereka sudah langganan tempat persewaan buku di daerah Widuran sejak masih kuliah. Otomatis, saya juga jadi langganan tetap di situ sejak masih jadi jabang bayi. Spesialisasi saya dalam membaca buku adalah buku komik. Buku bergambar ini sekarang nggak hanya dibaca anak-anak, tapi juga orang setengah remaja kaya saya. Kalau sudah pegang komik, bisa lupa semuanya. Bahkan lebih addicted daripada pesbuk-an, chatting, atau maen di dunia maya kalo buat saya.

Komik menarik karena ada gambarnya. Kita jadi tau gambaran kaya apa yang si penulis bayangkan. Kalo cerita, gambar, dan kata-katanya mendukung, bacaan itu akan jadi sesuatu yang benar-benar menarik. Dalam komik juga nggak melulu tentang cinta-cintaan picisan. Kadang ada nilai yang terkandung di dalamnya. Menurut saya pribadi, kalau bisa menerapkan yang dibaca dalam komik (asal bukan komik porno lho :p ), membuat kita belajar berempati, karena dalam komik ada berbagai konflik dan masalah. Jadi kita belajar menempatkan diri dalam situasi orang lain dan tidak menghakimi.

Membaca komik tidak selalu buruk asalkan dengan kadar waktu dan jenis yang pas. Untuk para orang tua yang anaknya suka baca komik, perhatikan juga apakah mereka membaca komik yang sesuai usia mereka. Sekarang kan banyak beredar komik yang sama sekali nggak mendidik. Coba cek di bagian belakang atau depannya, ada batasan umur atau nggak. Supaya komik yang saya cintai nggak merusak anak-anak apabila digunakan tak semestinya.

Nah, ada yang mau pinjem-pinjeman komik atau buku lain sama saya? :D

Pindah Fakultas Itu Bukan Dosa

Posted in kagak jelas on Agustus 1, 2009 by s H a

Pukul 18.37. Iseng saya membuka website snmptn.ac.id. Pengumuman seharusnya muncul pukul 00.00, tapi yah siapa tahu seperti tahun lalu, pukul 18.00 sudah ada pengumuman. Ternyata eh ternyata, beneran sudah ada! Berkedip-kedip tulisan “Pengumuman SNMPTN 2009″ di sana. Deg-degan saya mengkliknya. Bapak dan Ibu yang sedang nonton tv di depan tak saya panggil karena takut mereka kecewa seandainya saya tidak diterima. Lama menunggu page masih loading. Kok ditunggu-tunggu lagi masih tetep loading ya. Kemudian saya ingat bahwa website undip juga mengumumkan hasilnya. Saya pilih membuka undip karena lupa alamat website snmptn uns. hahahaa… Setelah terbuka dan memasukkan nomor, meyakinkan diri bahwa yang saya baca di layar itu benar, barulah saya memanggil orang tua saya ke depan komputer.

Hmmm, ternyata begini rasanya diterima di pilihan pertama SNMPTN alias Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Langsung membuat tangan lemas selama kurang lebih 10 menit, sampai memegang hape saja tak bisa. hahahaa… Kemarin, hari Jumat 31 Juli 2009, diumumkan bahwa saya, Anisa Febrina Damastuti, diterima di Prodi Pend. Dokter Fakultas Kedokteran Univ. Sebelas Maret Surakarta. Subhanallah… Alhamdulillah kami panjatkan sekeluarga. Akhirnya bisa juga euy.

Selama setahun belakangan ini, saya sudah menjadi mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Ilmu Komunikasi UNS. Setahun yang menyenangkan karena saya menikmatinya. Semua terasa cocok dan berjalan dengan lancar disana. Teman2, mata kuliah, kegiatan, semua terasa begitu pas. Sampai pada akhirnya saya berpikir untuk kembali belajar dan mengulangi perjuangan untuk meraih cita-cita lawas. Sebenarnya agak berat juga meninggalkan mereka. Teman2, kampus, sekre tercinta, tapi mau bagaimana lagi. Babhe saya sempat menawari untuk mengambil kuliah dobel, Komunikasi dan Kedokteran sekaligus, tapi apa saya mampu? Dua-duanya kuliah yang menyita waktu. Daripada saya keteteran dan menghancurkan keduanya, lebih baik konsentrasi pada satu bidang saja. Banyak yang memberi selamat, dan di antaranya banyak juga yang sedih karena kami tidak bisa bertemu setiap hari lagi *ahh, saya memang ngangenin :D * Banyak juga yang bilang kalau saya menyia-nyiakan jurusan saya sekarang. Ada juga yang penginnya saya tidak diterima di kedokteran. Tapi mau bagaimana lagi. Ini cita-cita saya. Dengan menjadi dokter saya bisa membanggakan orang-orang terdekat, membuktikan diri bahwa saya mampu, bisa menolong banyak orang, dan keinginan saya membuka praktek murah bisa tercapai. Dulu saya pernah menulis bahwa semua orang apabila bekerja dengan nurani, maka ia akan bisa berguna bagi banyak orang. Sekarang, meski pindah fakultas, bekerja dengan nurani dan berguna bagi banyak orang akan tetap menjadi patokan saya. Semoga keputusan saya ini akan menjadi berkah dan diridhoi oleh Allah. Amin…

Jadi, siapa yang nantinya mau saya periksa untuk percobaan? :D

Tabungan Saya Tinggal Seratus Ribu Rupiah

Posted in kagak jelas on Juli 13, 2009 by s H a

Tinggal seratus ribu? Kenapa? How come? Kok iso? Yah, ini karena saya baru saja menghamburkan uang demi barang yang sangat saya sukai. Hehe.

Setahun belakangan, saya belajar fotografi. Dimulai dari ikut UKM fotografi dikampus, dan masih berusaha mendalami sampai sekarang. Selama ini alatyang saya gunakan seadanya. Kalo ada event dari klub ya disediain kamera analog FM10 dari sana, tapi kalo gg ada dan saya ingin motret, maka yang jadi bahan belajar saya adalah kamera analog pinjeman kantor Babhe yang sudah butut dan kadang macet ketika dijepret. Demi motret tak apalah. Beli film, cuci, scan, begitu berulang-ulang.

Setelah setengah tahun berjalan, ada rasa untuk memiliki kamera digital, atau yang lebih dikenal dengan nama DSLR. Rasanya praktis kalau memakai kamera digital yang memakai memory card ini untuk dibawa kemana-mana. Lagipula fiturnya jelas lebih canggih dari kamera jadul saya. Apa daya, setengah tahun yang lalu, tabungan seumur hidup saya, yang saya mulai dari TK dengan menabung uang lebaran, belum mencukupi. Jadi saya masih harus bersabar menggemukkan tabungan. Selama itu, saya mengumpulkan info tentang kamera. Dua merk besar menjadi pilihan saya. Kemudian Bapak bilang, “Beli Nikon aja deh. Upgradenya jarang, jadi tar matamu gg ijo pengin ganti kamera mulu.” Hahahaa… Saya manud saja kata bapak. Saya tanya-tanya enaknya kalo beli nikon, beli apa ya?

Setelah bersemedi dan mencari wangsit dan duit selama berbulan-bulan, akhirnya saya dapatkan juga Nikon D80. Saya beli Body Only dengan lensa 18-55 mm karena nggak kuat beli body kit. Tentang harga, yah silahkan dihitung-hitung sendiri. Hehe.Saya beli di Mangga Dua Jakarta tanggal 6 Juli 2009.

Sejauh ini saya cukup puas memakainya. Buat saya yang masih belajar, kamera ini sudah lebih dari cukup. Hasil foto bisa dilihat di facebook saya. Selanjutnya tinggal nabung lagi supaya bisa beli kelengkapannya. Incaran selanjutnya adalah lensa baru. Hahahaa…. Kayanya masih lama kalo dilihat dari kondisi tabungan. Sabaaar………….

Jadi, siapa yang mau hunting bareng saya? :D